Jumat, 28 Agustus 2009

Tertangkapnya Pembuat Virus Sasser

Pembuat virus Sasser yang melumpuhkan jutaan komputer pekan lalu berhasil ditangkap. Ternyata penciptanya adalah murid sekolah asal Jerman berusia 18 tahun. Sesungguhnya, bagaimana sepak terjang pembuat virus?

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh pula. Itu kira-kira pepatah paling tepat bagi para cracker. Menyusul kesuksesan Indonesia menangkap cracker situs internet KPU, kini giliran kepolisian Jerman dan biro investigasi Amerika Serikat (AS) FBI merayakan kemenangan meringkus pembuat virus Sasser.


Adalah Microsoft, pengembang sistem operasi Windows yang menjadi korban Sasser yang merasa gemas dengan pembuat virus tersebut. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan milik Bill Gates tersebut bersedia memberi imbalan 250 ribu dolar Amerika bagi siapa saja yang memberi informasi ihwal si pembuat virus. Akhir pekan silam, tepatnya Jumat, hanya dalam hitungan tidak sampai seminggu setelah virus disebarkan, si pembuat bisa teridentifikasi. Pembuatnya tak lain seorang remaja lelaki usia 18 tahun asal Rotenburg, Jerman. Seorang juru bicara Lembaga Kriminal Negara Bagian di Hannover mengatakan kepada majalah mingguan Jerman Der Spiegel bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan.


Dilepaskan
Remaja yang oleh Der Spiegel disebut sebagai Sven .J tersebut mengaku juga telah melansir virus jenis Netsky ke internet. ”Berdasarkan identifikasi pihak Microsoft, dialah pembuat worm Sasser,” jelas juru bicara kepolisian Jerman seperti yang dilansir www.dw-world.de, kantor berita Jerman baru-baru ini. Remaja yang ditangkap di kediamannya di Waffensen tersebut dilepaskan tanpa uang jaminan setelah diinterogasi.
Microsoft mengatakan mereka mendapatkan kontak mengenai pencipta Sasser pada hari Kamis lalu dan memberikan informasi ini kepada pihak berwenang di Jerman, FBI dan sejumlah agen rahasia. Juga pengacara Microsoft Brad Smith, mereka itulah yang menyelidiki ke mana virus itu bersumber. ”Kami hanya bisa mengatakan bahwa orang ini mendapakan source code Sasser dari sang pencipta,” ujar Hanke juru bicara kepolisian Hannover.
Sang pencipta Sasser mengaku memang berkeinginan membuat virus Netsky A yang bisa mengalahkan ”Mydoom” dan ”Bagle”. Untuk itulah ia berusaha mengembangkan Sasser worm.
Kepolisian Jerman juga memiliki data bahwa Sasser Worm terdiri dari empat variasi di mana yang pertama sangat amatir sementara tiga selanjutnya bersifat merusak. Meski demikian Kepolisian menegaskan Sven J untuk bertanggung jawab atas seluruh varian Sasser yang merupakan versi tambahan dari Netsky virus.

Sistem Operasi Lemah
Virus komputer diciptakan oleh sejumlah orang dengan tujuan untuk merusak suatu jaringan atau program komputer. Biasanya virus ini memanfaatkan celah atau bugs dalam suatu program maupun system operasi yang baru saja diciptakan. ”Virus akan terus ada selama ada celah dalam suatu program.Virus dibuat oleh cracker pada tahap sebuah patch dirilis,” ujar Arif Rizaldi, technology specialist Microsoft Indonesia kepada pers di Jakarta, belum lama ini.
Yang mengkhawatirkan, jeda eksploitasi antara diciptakannya suatu program dan suatu virus perusaknya kian lama kian kecil. Arif mencontohkan virus Nimda memiliki jeda 331 hari, kemudian virus Slammer hanya 180 hari saja. Kelamaan jeda ini makin kecil, terbukti dengan munculnya virus Blaster hanya dalam tempo 151 hari setelah celah ditemukan. Virus Blaster hanya memiliki jeda 25 hari dan terakhir Sasser, 21 hari.
Arif mengakui bahwa virus akan terus diciptakan oleh pembuat virus setiap kali sebuah program baru dirilis. Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung, yang jelas Microsoft akan terus berupaya meminimalkannya. Sistem operasi dan program-program Microsoft seringkali menjadi incaran para pembuat virus. Apa sebab? ”Sistem operasi Microsoft sangat vulnerable, ditambah dengan dominasinya di dunia sehingga memudahkan virus menyebar dengan cepat,” ujar I Made Wiryana, praktisi Teknologi Informasi (TI) Indonesia yang bermukim di Jerman kepada SH Selasa(11/5). Sedangkan sistem operasi open source Unix memang sempat diserang virus Morris namun hanya bersifat teoretis, tidak menyebar.

Cara Membuat Virus
Bagaimana sebenarnya membuat virus? Seseorang bernama panggilan Alzamora dari situs www.klik-kanan.com menyatakan hal tersebut tidaklah terlalu sulit. Membuat worm semacam virus Anna Kournikova misalnya, tidak harus menjadi seorang programer handal. Semua orang yang bisa menjalankan komputer dan punya software-nya akan dengan mudah menciptakan worm. Virus Anna terbukti bisa dibuat dengan piranti lunak bernama VBS Worm Generator. Dengan program yang dibuat oleh hacker Argentina berusia 18 tahun itu siapa pun dapat membuat virus yang sama dahsyatnya dengan Anna Kournikova, cukup dengan melakukan beberapa klik.
Program VBSWG memungkinkan kita untuk membuat worm dengan nama sesuka kita. Efek dari worm tersebut juga bisa kita tentukan, seperti misalnya menampilkan pesan atau memaksa seseorang untuk menuju situs tertentu. Akibat yang paling parah tentunya jika worm tersebut sengaja di-setting membuat crash komputer. Kemampuan lain dari VBSWG adalah melakukan enkripsi terhadap source code worm yang dibuat. Sebenarnya VBS Worm Generator hanya boleh digunakan untuk belajar, bukan untuk merugikan orang lain. Bagi yang ingin coba-coba membuat virus bisa mendapatkan software tersebut pada sejumlah situs seperti http://www.virii.com.ar, http://www.kvirii.com.ar,
http://vx.netlux.org/dat/tv07.shtml. Atau gunakan search engine http://www.google.com dan masukkan keyword vbswg2bfix.zip, Vbswg2B.zip, worm generator, dan keyword semacamnya.

Virus Makro
Berdasarkan sifat dan penyerangannya, virus komputer dapat dibedakan menjadi beberapa macam, misalnya virus boot sector, virus file, polymorphic virus, stealth virus, dan virus makro. Virus makro ini dapat menyerang pada dokumen MS Word, Excel atau Power Point. Virus makro ini termasuk virus yang paling banyak dijumpai di sekitar kita. Tentunya kita masih ingat dengan adanya virus Mellisa atau virus I Love You yang juga dapat kita masukkan ke dalam kategori virus makro.
Virus makro sering sekali kita jumpai karena populasi pengguna MS Office sangat banyak. Dengan pengguna yang cukup banyak tentunya virus makro dapat berkembang dengan cepat. Dengan melakukan pertukaran data *.doc atau dokumen MS Word yang telah terinfeksi maka sudah cukup untuk membuat semua dokumen menjadi terinfeksi. Yang menarik, bagaimana cara membuat virus makro tersebut? Kalau Anda seorang programer, dengan bantuan berbagai referensi tentunya mudah saja untuk belajar membuat virus makro. Masalahnya bagaimana kalau kita sama sekali tidak menguasai bahasa pemrograman?
Tenang saja, di internet banyak sekali software yang dapat digunakan untuk membuat virus makro. Salah satunya adalah SkamWerks Lab. Dengan fasilitas Virii Wizard, kita dapat membuat virus mulai dari awal sampai selesai. Saat menggunakan Virii Wizard, kita dapat menuliskan pembuat virusnya, nama virus, dan makro-makro yang akan dimasukkan ke dalam virus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar